Menulis (dengan lebih baik) itu tidak gampang

Saya mengaku bahwa sampai sekarang ini saya belum pernah mengikuti kursus bahasa Inggris terutama untuk technical writing. Dulu sekali sewaktu ABG, saya pernah ikut kursus conversation. Itu sih tak dihitung dalam CV..hehe. Walaupun nilai TOEFL saya di atas ambang batas (sedikit sih..), membaca kemudian mengerti teks berbahasa Inggris, terus cuap-cuap presentasi menggunakan bahasa Inggris,  ternyata jauh lebih mudah dibanding harus menulis teks berbahasa Inggris. Apalagi untuk keperluan akademik. Jauh pisan 😛

Ya, wajar saja kalau ditolak di jurnal kalau begitu.

Lihat saja koreksi dari professional proof reader terhadap draft tulisan saya itu. Dari sekitar 4000 kata, kesalahan grammatikal dan kosa kata saya sekitar 40%. Wah. memalukan, hehehe. Memang betul bahwa persiapan saya untuk draft itu saya buat se-ekonomis mungkin soalnya saya toh harus berbagi waktu dengan target-target riset lainnya yang mulai mendekati deadline.

Memenuhi target-target riset adalah satu hal, dan ternyata menuliskannya dengan baik dan benar adalah hal lainnya yang sama sekali tak bisa diremehkan.

Lalu setelah kata per kata, kalimat per kalimat  dan paragraf terkoreksi, apa yang bisa dipelajari? Ternyata bahasa technical papers itu sangat mengasyikkan  dan (harusnya menjadi) lebih mudah dipahami. Bahasa Inggris yang ada di academic writings sangat berbeda dengan yang biasa diucapkan oleh orang-orang Hollywood atau novel-novel yang biasa saya baca. Ini lebih steril, kering alias “minimalis” dan tak basa-basi tapi runut, to the point dan tajam.

Sama sekali tak cocok untuk romantis-romantisan kalau begitu.

Advertisements

About this entry