Voltus V

Jauh sebelum Sam punya Optimus atau Fry punya Bender, saya dan sangat mungkin kawan-kawan saya sejaman, punya pahlawan superhero yang dulu kami sebut Voltus V. Kalau sekarang setelah ada internet, saya  jadi tahu semua mengenai serial ini. Namun sebelum era ini, yang terngiang-ngiang di kepala saya salah satunya adalah nada dari closing theme song-nya. Sangat ampuh melekat di kepala sampai akhirnya ada di internet. Mungkin juga ada yang nge-fans dengan lagu ini seperti saya, ya. Seingat saya era Voltus ini sebelum eranya Space-cop dan Goggle-V (bukan “Google”), sekitar tahun 81-83-an. Waktu itu saya bersama kawan-kawan bersepeda ke rental video (ya, bisnis pita masih jaya pada jaman itu, sebelum punah oleh era digital, untung saja saya masih bisa jadi saksi dua teknologi front-end yang sama-sama punya pengaruh ke “budaya” anak-anak).

Satu kaset Betamax untuk maksimal satu minggu (iyakah? iya kali). Biasanya kami-kami diijinkan menonton hanya setelah mandi sore alias setelah jam empat sore. Atau kalau hari Sabtu dan Minggu saja. Wah, anak-anak kampung langsung pada berkerumun begitu saya pulang dari rental. Hihihi, dan biasanya ibu rada sewot lalu mereka disuruh pulang dulu – mandi, biar pada gak bau lebhus (campuran antara bau badan, bau keringat, ingus dan segala cairan sekresi lainnya) dan gak kumel.

Film kartun ini bisa-bisanya menghipnotis kami. Dulu rasanya film ini rame sekali. Disamping yang baik selalu menang di akhir cerita, Voltus V ada cerita “berat”-nya. Mungkin komparasinya seperti Alias dengan Rambaldi-nya lah. Tema  besar cerita itu tergambarkan oleh closing theme song ini.

Advertisements

About this entry