Bertanya ke peta

Sampai tahun kemarin kalau saya bepergian ke tempat baru, awalnya saya banyak punya rencana mengenai tempat-tempat mana saja yang akan saya kunjungi. Tentu saja cari tahunya lewat Google. Namun demikian, menurut pengalaman, ketika sudah sampai tujuan justru rencana-rencana itu terlupakan karena banyak hal  menarik yang sebelumnya luput dari prosedur  Page Rank-nya Gooogle. Tapi kali ini saya sepertinya akan serius dalam merencanakan perjalanan saya. Pertama karena saya akan avonturir – back-packing setelah jadi salah satu pembicara di DCC’2010, dari Stuttgart ke Paris. Kedua tempat itu benar-benar asing bagi saya, nanti kalau nyasar gimana? Kedua, karena di Paris saya hanya satu hari, jadi perencanaan waktunya musti pas dengan jadwal bis malam Paris-Stuttgart. Ketiga, karena saya sudah bayar tiket bisnya 🙂

Yang paling penting adalah meeting point dari perusahaan bis (Euroliner)  tersebut di dua kota beda negara tadi. Yang selanjutnya tentu saja mencari tahu tempat-tempat asik untuk para turis, tempat asik untuk ber-arsitektur-ria, tempat makan murah dan lain sebagainya. Saya membayangkan sebelum era Google, bagaimana orang merencanakan dengan maksimal apa yang bisa dia dapat ketika mengunjungi tempat baru? Pastinya hanya muter-muter dekat dengan hotel :-). Untungnya saya ada pada generasi ketika Google maps ada. Dimana peta bukan lagi sekedar diagram dua dimensi ilustrasi mengenai tempat-tempat dan arah serta jaraknya, melainkan sebuah sistem informasi yang terintegrasi. Wah, wah. Dengan ini saya bisa tahu berapa lama saya kalau jalan kaki dari stasiun bis ke menara Eiffel (ternyata jauh euy). Atau setidaknya, ada berapa moda transportasi yang tersedia ke arah itu. Wah, wah. Hebatnya lagi, saya bisa membayangkan keadaan sekeliling setasiun bis itu lewat StreetView. Mau jalan-jalan virtual dari setasiun bis ke Louvre juga bisa. Waduh.

Sebelum ini-pun saya sudah sering menggunakan jasa Google Maps untuk cari tempat di seputaran Tokyo. Dan lumayan memuaskan. Mungkin sekali karena database Tokyo amat lengkap, detil dan up-todateMalah karena sudah Wi-Max, rata-rata pada melototin ponsel untuk cari tahu arah dan tempat. Mengagumkan dan memudahkan bukan?

Saya ingin suatu saat ikut andil untuk mengembangkan semacam ini di kota saya.

Bagi saya, sekarang jamannya adalah: Malu bertanya (ke Google), sesat di jalan.

Advertisements

About this entry