The Orient Express

Rasanya akhir-akhir ini kangen saja baca-baca novel lama di sela-sela tunggu kereta ataupun di dalam kereta. Saya ingat sekali bacaan Agatha Christie pertama saya adalah The Murder on Orient Express. Dulu ketika saya baca- tentu saja terjemahannya- ketika saya baru lulus SD dan hendak beranjak dari serial Trio Detektif ke yang lebih serius dan ‘dewasa’ bobot ceritanya. Waktu itu novel ini sangat susah dimengerti, alih-alih ada aksi dan suspence, yang ada adalah serial investigasi dan wawancara. Keseluruhan bab adalah wawancara. Dulu seingat saya, saya skip langsung ke bab-bab akhir, dan dilupakan. Soalnya banyak karya Eyang Agatha¬† yang jauh lebih rame dan menurut saya waktu itu, lebih seru.

Namun lambat laun saya jadi tahu, karya ini adalah salah satu karya terbaik beliau. Saya jadi mafhum ketika baca-baca kembali – kali ini versi bahasa Inggris, dong– dan berusaha untuk mengerti lembar-demi lembar halaman dalam upaya untuk – seperti kata Poirot– mendeduksi seluruh fakta, asumsi dan hipotesa. Karena keseluruhan cerita detektif ini hanya berdasar pada sedikit sekali fakta dan hampir seluruh alibi direkonstruksi hanya berdasar hasil wawancara. Wah, hebat sekali sang pengarang ini, yang menciptakan tokoh hero yang bisa melihat seluruh teka-teki seperti melihat puzzle. Saya terkesima saja melihat bagaimana Poirot mengambil satu demi satu asumsi, menguji, membuat jebakan dan akhirnya merangkai semua fakta, kebohongan dan hipotesa dalam kesimpulan yang maha dasyat.

Wah, wah pantas saja kisah ini kemudian difilmkan (Meskipun saya merasa pasti film-nya membosankan karena isinya hanya dialog saja).

Sepertinya novel ini dibuat sebelum agresi militer Belanda ke negara saya. Bayangkan saja, kala itu sudah ada pengarang fiksi yang membuat dongeng sedemikian rumit dan canggih yang masih enak dibaca hingga sekarang. Kenapa enak? karena mengajak pembacanya berpikir serupa, kadang malah menguji Poirot. Karya-karya seperti ini selalu membekas dan membuat kepala tetap segar ditengah membludaknya media-media yang lebih banyak menjadi hiburan dan jalan mudah untuk mengatasi kejenuhan.

Advertisements

About this entry