Math Explains Your World – John D. Barrow

Buku ini bagus sekali. Bukan hanya karena bahasa Inggrisnya bisa dipahami (meskipun sang professor orang British tulen) – dan di sana-sini diselingi humor kontekstual, tapi yang lebih penting karena seratus topik yang menjadi bahasan, bener-bener persoalan dan fenomena yang bisa dilihat sehari-hari. Wah , bersyukur sekali saya bisa menemukan dan baca – dan (kurang lebih) paham beberapa hal yang – jika dilihat dengan mata merupakan hal yang rumit dan karenanya kita bilang -” ah, sudahlah“, tapi dengan kacamata matematika kita bisa terbelalak, “Oo, pantesan“. Buku ini HARUS-nya jadi salah satu pegangan guru-guru SMP-SMA sampai Universitas, karena matematika di sini jadi simpel, masuk akal, ter-deduksi, dan yang paling penting, seksi. Karena pada akhirnya matematika bisa menjelaskan fenomena yang abstrak menjadi bisa masuk ke kepala dan akhirnya, kita bisa meng-asosiasikan pengalaman itu ke fenomena yang lain. Itu-lah namanya belajar (learning).

Tak ada rumus-rumus dan lambang serta simbol ajaib di sini. Hampir semua formula dan logika yang ada sudah bisa dipastikan pernah didapatkan di sekolah-sekolah. Meski, di setiap topik ada catatan kaki yang merujuk ke penjelasan ‘yang agak serius’. Karena kadang saya agak ingin tahu juga sih, meski belum tentu juga bisa paham. Semua bahasannya fun dan sekaligus serius, karena matematika bisa menjelaskan mulai dari lintasan roller coaster (yang ternyata tidak lingkaran), sampai bentuk cendawan bom atom.

Membaca buku ini tak habis-habis, seperti membaca novel.

Ternyata setelah membaca ini saya sadar, yang terpenting dari belajar matematika adalah melatih logika. Matematika adalah perangkat untuk membangun logika sehingga membantu kita dalam memahami hukum-hukum alam. Dan bahan untuk membangun logika ini adalah angka (numbers). Karena bahasa matematika adalah angka, ia bisa masuk ke semua dimensi tanpa bias.

Wow, andaikan matematika bisa bermanifestasi menjadi hakim, tentu semuanya jadi terang dan yang pasti- adil.

 

 

 

Advertisements

About this entry