TGS 2009

TGS2009

Tahun ini seperti biasa, belum bosan saya mampir ke Tokyo Game Show. Walaupun hampir sebagian besar  informasi yang ditampilkan di TGS 2009  kali ini sudah saya dapatkan sebelumnya. Hanya saja, melihat langsung game-game yang bakal jadi blockbuster, teknologi virtual reality terkini, dan gadis-gadis cosplayer, he..he..jadi keasyikan tersendiri. Sayangnya Project Natal dari Microsoft, Motion Controller dari Sony dan Nintendo Wii tak kelihatan unjuk gigi. Apa saya yang kelewatan ya? Padahal tahun lalu Nintendo Wii punya booth yang heboh pisan.

Di luar inovasi grafis dan multimedia, biasanya TGS menawarkan yang lain. Dulu di 2007 ada gesture-based sensor, 2008 ada motion sensor/controller di 2009 ini ada stereographic alias game berbasis “benar-benar” 3D. Harusnya 2009 ini adalah eranya motion tracking seperti yang dipelopori oleh Nintendo Wii, kemudian Natal-nya XBox 360 dan motion controller-nya PS3. Sepertinya next generation gaming akan terletak di teknologi sensor dan 3D stereographic dengan menyuguhkan bukan lagi tampilan 2D yang hyper-realistic, tapi sudah “virtually true 3D”.

Yang menarik di tahun ini adalah booth-nya Alienware dan Ubisoft. Tahun lalu tak ada. Alienware pamer jajaran desktop dan notebook gaming rig dengan harga naudzubillah (mungkin bisa main Crysis dengan full features ON). Saya sih tertarik dengan Ubisoft : Assasin Creed 2 dan Splinter Cell- Conviction. Dari trailer dan uji coba kok kayanya menarik terutama karena kedua game itu konon menggunakan game engine khusus untuk AI-enemy dan Non Playable Character-nya. Yang lain dan tak kalah menarik tentu saja booth-nya Playstation yang punya jagoan : Uncharted2. Wow. Just Wow.  Dua tahun lalu setelah mencoba versi pertama, membuat saya terpaksa membeli (meskipun tak punya PS3.. jadi, main di mana?). Dan tahun ini sekuelnya kayanya jauuuhh lebih kereeennn. 😀  Graphic-nya membuat saya gigit jari.

Game perang paling keren sejagat, Call of Duty : Modern Warfare punya booth sendiri. Ini satu-satunya booth single game. Edan. Memang sih wajar kearoganan itu. Dengan hampir (kayanya semua) animation controller menggunakan motion capture, skala lingkungan yang luas, skenario perang dan visualisasi lingkungan yang fantastis, apalagi dukungan online player. Semuanya ada. Ini game benar-benar menawarkan pengalaman yang luar biasa. You know, boy’s toy. Semua ingin jadi soldier. 😀  Saingannya mungkin Lost Planet 2 dan Halo: ODST. Kalau traceback ke jamannya Doom , ini benar-benar edan. Ya. dulu jamannya Doom processor graphic masih dijejali jutaan transistor, sekarang sudah milyaran transistor.

Ada harga, ada rupa.

Advertisements

About this entry