Lebaran

Lebaran adalah saling memaafkan. Melupakan kesalahan dan mengingat kebaikan orang lain kepada saya. Begitu pula saya harap sebaliknya, karena saya pun pastinya agen pendosa. Tapi toh saya tak bisa mengharap juga karena sikap memaafkan dan meminta maaf adalah salah satu yang sangat mudah diucapkan tapi sangat susah di-singkronkan dengan hati. Karena hati tak bisa bohong. Yang paling penting dan paling awal adalah saya berusaha memaafkan diri saya sendiri agar saya bisa melihat hanya kebaikan-kebaikan di sekeliling saya. Toh, katanya anugerah dan ujian itu pada akhirnya adalah dua sisi mata uang. Sama saja.

Apakah kalau bukan Lebaran berarti tidak saling memaafkan? Tidak juga. Tidak enak memendam rasa sakit kalau hanya harus menunggu sampai Lebaran. Namun istimewanya Lebaran adalah momentumnya. Dan momentum ini penting untuk mengkonstruksi agar ucapan dan hati bisa lebih singkron.

Semoga semuanya akan baik-baik saja.

Advertisements

About this entry