Once

Once in a lifetime…only in a goodtime…

Siang ini saya mabal dari seminar yang tinggal dua sesi. Disamping topiknya kurang mengena, saya juga ingin eksplorasi Hongkong sambil foto-foto. Saya naik bis kota ngasal saja, eh taunya gak sampai ke mana-mana, malah ke terminal yang kaya di Pinangsia, Glodok sono. Naik bis yang kedua, nah baru sampai ke International Financial Tower…daerah CBD-nya Hongkong. Tak seperti Glodok lagi. Jalan-jalan sambil foto sana-sini, tiba-tiba nyampe ke depan HSBC tower-nya Sir Norman Foster. Muter-muter lagi di Hongkong Park, eh ternyata ada stasiun Peak Tram yang tujuannya ke puncak bukit…semacam di The Peak Bandung, tapi ini bisa lihat keseluruhan Hongkong. Jadinya mumpung lagi di sini, kapan lagi? mungkin nanti kalau ada rejeki akan ajak Dhana, dia pasti senang sekali.

From The Sky Terrace

From The Sky Terrace

Pemandangannya sih one of the bestest, apalagi kalau malam hari pastinya luar biasa. Lagi pula di sini ada semacam mall. Mulai dari souvernir yang standar sampai restoran, game room, museum Madame Tassaud , yah pokonya apapun yang bikin kita belanja. Ternyata ada beberapa keluarga yang kayanya dari Indonesia..mungkin liburan.

Turun dari sana, jalan lagi, motret lagi. Ternyata di Hongkong ada juga kaki lima (street vendors), samalah sama di negeri saya. jauh berbeda dengan di Tokyo. Di beberapa spot sangat mirip dengan di Karapitan, Dalem Kaum di Bandung, atau di Cimall waktu masih benar-benar di Cicadas. Saya mulai curiga, apakah para pelakonnya sama? maksudnya, yang menggerakkan ekonomi di tempat-tempat itu sama? lintas negara? hingga menciptakan lingkungan yang sama di mana-mana? Ah..tapi apartemennya kualitasnya masih di bawah Jepang. Banyak jemuran berkibaran dan outlet AC. Memang budaya Jepang dan China tidaklah sama.

Wah, mulai terasa punya kaki puluhan. Saatnya balik dan siapkan PowerPoint untuk besok.

Advertisements

About this entry