Gelisah

Baiklah. Ada porsinya media-media di negeri saya  memperbincangkan isu-isu yang tak membuat saya bersemangat. Tapi porsi itu tak diimbangi dengan berita-berita  yang menyehatkan. Terlalu sedikit acara macam Kick Andy– yang membuat saya gelisah karena belum menjadi orang yang sanggup membuat perubahan. Saya salah, acara-acara semacam itu ada banyak, tapi lebih banyak lagi acara yang  membuat hati ini jadi muram. Haha.

Kegelisahan ini makin menjadi ketika saya lihat kiprah para muda-mudi di dunia sono. Sono bisa diartikan di dunia dimana politik dan gosip hanya untuk orang – orang tua dan pensiunan. Sono juga bisa diartikan dunia dimana kemajuan baik itu di bidang sains, teknologi, desain dan seni begitu diapresiasi dan disinergikan dengan…pasar. Sebentar lagi ada WWDC, kemarin lihat E3, Google IO, NVision, TED, All D dan segala macam konferensi tingkat tinggi yang sangat asik sekali. Asik karena bahasa di sini adalah kemajuan dan sejarah. Kemajuan dibuat dan karena itu sejarah ditulis. Mereka-mereka ini begitu sibuk membuat sejarah dari sesuatu yang mereka suka. Apakah mereka-mereka memang sepintar itu? Apa yang semacam itu tak ada di negeri saya?  Muda, keren, pintar, bersemangat. Lihat saja CEO NVidia, Palm,Twitter, Facebook dan para young mogul itu. Para muda-mudi itu sebagian diantaranya sudah doktor-pastinya. Dan doktor? bukan sesuatu yang  istimewa amat sejauh kreativitas mereka menghasilkan uang – dan yang jelas, mengubah budaya.

Saya sih tak berperasangka buruk mengenai apapun (kalau ternyata ada) efek samping dari semua itu. Saya hanya gelisah dan iri dan merasa terlalu tua. Mengapa mereka-mereka itu bisa dengan senangnya berproses untuk menjadi maju, sementara muda-mudi di negeri saya sebagian masih berjuang untuk aktualisasi diri sendiri. Apa yang tak ada di negeri saya? Banyak. Tapi apa yang paling esensial?  Saya tak tahu. Saya hanya merasa kita terlalu sering dibuat hingar-bingar dengan sesuatu yang membuat kita malah tak maju-maju. Maju menurut versi saya adalah maju dalam segala hal mengenai kualitas. Misalnya, ternyata salah satu film kita dapat  jury mention di Cannes atau Berlin atau Tribeca atau bahkan Oscar. Misalnya, Wika jadi main contractor buat proyeknya Zaha Hadid di Dubai. Misalnya Intel bikin pabrik chip ion-nya di Indonesia. Misalnya, Telkom bangun internet backbone beneran yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Misalnya, Kangen Band jadi pembuka tournya The Killers….

Bukan hanya meminta RIM membuka authorized dealer di negeri saya. Itu sih, klasik.

Meh.

Advertisements

About this entry