Rosemary’s Baby (1968)

Rosemary's Baby

Rosemary's Baby

Sepertinya saya terlambat untuk nonton film-film bagus. Tapi tak apa, selagi ada kesempatan, saya tak melewatkan waktu buat nonton film yang disutradai oleh salah satu orang hebat di Hollywood, Roman Polanski (Frantic).

Sebelum ini, salah dua film horror favorit saya adalah The Exorcist dan The Omen (keduanya yang klasik). Mungkin saja karena keduanya adalah yang pertama menyajikan adegan dan scene-scene yang kemudian diikuti oleh film-film horror masa kini. Dan keduanya sepertinya tidak happy ending (seakan memberi pesan ke dunia bahwa bisa saja, kejahatan ini menang terhadap kebaikan).

Rosemary’s baby pun demikian. The Omen, End of Days, Stigmata sampai The Devil’s Advocate, bahkan Da Vinci’s Code -pun boleh jadi terinspirasi dari cerita ini. Cerita tentang sang pangeran kegelapan (wheleh, bukan The Dark Knight) yang ingin punya anak dari seorang manusia bisa jadi banyak versinya. Boleh jadi inilah film pertama yang mengadaptasi cerita macam ini. Dan bagusnya lagi, diganjar Oscar (walaupun bukan untuk sutradaranya ternyata). Si Rosemary, sang ibu yang petite dan rapuh adalah satu-satunya yang menyadari adanya kekuatan jahat disekelilingnya yang punya rencana terhadap dia dan bayi yang dikandungnya. Benar-benar hanya dia seorang karena seolah semua orang sudah punya anasir jahat dan semua orang seolah punya rahasia.

Sedikit sekali ada scene yang mencengangkan atau darah di mana-mana seperti lazimnya film horror. Film ini lebih seperti horror psikologis yang ceritanya dibangun melulu oleh tokoh utama (sayangnya Mia Farrow tak mendapat Oscar). Kalau di versi modern, seperti Jodie Foster di Panic Room kali ya. Beberapa film seperti ini justru membuat emosi penonton jadi naik (setidaknya bagi saya , yang nonton).

Well, pesannya mungkin cintanya seorang ibu pada anaknya tak mungkin sirna apapun yang terjadi. Walaupun itu berarti sang ibu harus mengorbankan segalanya termasuk keyakinan dan hatinya sendiri.

Honestly, it was not an ending that I expected it would be, but it was worth the whole notable story.

Advertisements

About this entry