Ipman

Ipman

Ipman

Tahun lalu saya kebetulan lihat trailer film ini di Twitch. Sepertinya menjanjikan, dan sudah agak lama belum ada lagi film silat China setelah era Wong Fei Hong (Jet Li). Sinema Hongkong menurut saya lebih unggul dibanding sinema Hollywood kalau dalam urusan martial arts (dan sekarang disusul oleh Thailand). Kinematik dan koreografinya pas dengan aktor/aktris yang memerankan. Jadinya cukup believable. (unlike Keanu in The Matrix saga- embarrassing). Kalau kita melihat martial arts di sinema-sinema Hongkong, gerakan-gerakannya begitu indah, seperti menari. Dan yang penting, yang memerankannya juga pas.

Ipman ternyata adalah film biografi dari (ternyata) guru legenda silat dunia, Bruce Lee (walaupun  film sudah selesai jauh sebelum Ipman ketemu dengan do’i). Yang dikisahkan adalah sepenggal kehidupan jawara ini yang seluruh hidupnya dicurahkan buat menyempurnakan satu-satuya yang ia percaya: seni bela diri. Menarik kalau melihat dasar jurus beliau, seperti dikisahkan, adalah bukan untuk laki-laki. Gerakan dasarnya gemulai dan terbatas. Tak ada itu jurus harimau menerjang badai, atau jurus singa mengaum – khas laki-laki. Keras, teriak dan serba terbuka. Di film ini dikisahkan bagaimana setiap kali ditantang, sang jawara selalu menolak  (mungkin baginya yang penting adalah mengasah sesempurna mungkin ilmu sendiri ketimbang dipamerkan). Tapi selalu ada pemeo di dunia Kang-Aw: musuh tak boleh dicari, tapi kalau ketemu, jangan lari. Sehingga  kalaupun akhirnya menerima, postur kuda-kudanya sangat sederhana bahkan cenderung – tak ada kuda-kuda.

Sang pemeran, Donnie-Yen- familiar di Hero sebagai salah satu jagoan kita yang (meng)kalah oleh Jet-Li di awal film. Bolehlah. Akting dan proporsinya sesuai. Koreografi aksi di film ini memang bagus – natural, tak terlalu banyak menggunakan wired-kung fu. Karena settingnya sekitar tahun 30-an kalau tidak salah, cerita di film ini didominasi oleh kemiskinan di Foshan (daerah di China) hingga diduduki oleh Jepang.

Menurut saya yang sedikit kurang dari film ini adalah ceritanya yang cenderung klise dan konfliknya tak se-twisted Hero atau Flying Daggers. Mungkin sama kali, tema-tema Wong Fei Hong-ian cenderung demikian. Jagoan hidup di dunianya sendiri dan baru turun setelah ada masalah besar yang menyangkut orang-orang terdekatnya. Paling tidak bisa lihat jagoan lain dengan koreografi lain selain Jet Li, Jacky Chen, dan..um..Stephen Chow.

Advertisements

About this entry