Ah, Sudahlah

Teman saya, orang Vietnam, tak punya agama. Di Jepang sini, jarang ada form agama di mana-mana urusan administrasi. Richard Dawkin- professor Oxford dan penganut sejati Darwinian selalu yakin bahwa Tuhan tak pernah ada dan sangat yakin suatu saat umat manusia bakal atheis semua. Bahkan Bill Maher punya film Religioulous yang mempertanyakan kenapa kita (umumnya umat Kristiani) di abad 21 ini masih percaya dengan imaginary friend dan talking snake. Saya suka membaca buku tentang agama bukan berarti saya tak beragama atau bahkan tertarik untuk menjauhi agama saya (bahkan dengan godaan untuk itu yang semakin besar). Saya sudah bilang dan setengah teriak bahwa saya tak (akan pernah) percaya dengan para pemimpin agama saya. Mereka bukan role model. Saya, ditengah kerumitan dan kesenangan sedang terus mencari apa sebenarnya esensi dari agama saya. Bukan surga dan neraka, bukan kehidupan setelah mati, bukan keinginan berjumpa dengan Yang Maha. Kadang saya pasrah saja, apa masih ada gunanya saya beragama. Saya ingin punya Tuhan, tapi saya tak mau punya agama (lagi). Bisa tidak? Apakah Tuhan itu hanya miliknya agama?

Tentu saya butuh Tuhan, satu-satunya entitas yang saya bisa percayai sepenuhnya. Tapi konsep demikian begitu abstrak sehingga kadangkala dimanifestasikan dalam berbagai aturan-aturan yang jika semakin kita pikir – mungkin boleh jadi- melenceng dari tujuan awalnya. Banyak contohnya dan kalau kita berpikir kita adalah mahluk yang paling sempurna, kita harusnya bisa mempertanyakan ke dalam diri sendiri – dan ditarik kembali kepada – tujuan awalnya. Agama, adalah sangat pribadi sekali – bagi saya. Karena bagi saya agama adalah pengendali yang harus terpisah dari apapun yang dikendalikan. Makanya saya tak pernah parcaya dengan partai agama atau ceramah agama atau tokoh agama atau sekolah agama atau organisasi agama.

Tapi orang macam begini tak akan hidup di tempat saya. Agama adalah identitas dan -mungkin semacam- label. Justru orang yang sangat kuat keyakinan akan esensi agama-nya adalah banyak merupakan orang-orang yang terpinggirkan dari ‘label’ agama. Saya ingin diberi nasehat oleh orang-orang macam ini. Terdepak oleh agama tapi justru menemukan Tuhan.

Advertisements

About this entry