Beware: Autodesk is the next Microsoft

Tampaknya tak hanya politik dan ekonomi yang akhir-akhir ini kok kayanya tak tentu ujungnya (kecuali, Obama-san, tentu). Peta bisnis IT-pun tak bisa dijadikan pijakan. Setelah kemarin ada berita besar mengenai Panasonic yang beli Sanyo, Activision (Call of Duty franchise) bergabung dengan Blizzard (World of Warcraft), apa lagi? Oh ya, EA (Electronic Arts) akan beli Epic (Gears of War) dan AMD (hampir) bangkrut dan lainnya yang sebenarnya tak terlalu saya pedulikan.

Tapi yang mengusik saya adalah ketika saya terima email dari Autodesk Japan perihal launching beberapa produk baru mereka, diantaranya adalah: Mudbox (HMoG, FTW!) dan…(soon likely to be true), Softimage (This is too weird to be true).

Saya adalah pengguna (tak begitu menjadi penggemar) produk Autodesk sejak 13 tahun lalu, bahkan sebelum Autodesk membeli 3DSMAX. Saya menikmati dan mengikuti terutama pada dua produk: AutoCAD dan 3DSMAX dengan segala macam jargon dan kenyataannya setelah teknologi mereka digunakan. Tak dipungkiri Autodesk telah menjadi ‘semacam’ standard dalam produksi desain dan semua orang (desainer, arsitek, soon to be architect, architect wannabe) menggunakan 3DSMAX untuk 3D modeling. Saya terpaksa mengemukakan pendapat saya bahwa  disamping segala kelebihan tersebut, produk-produk Autodesk terlalu mahal dan desain software mereka tidaklah yang terbaik. AutoCAD is too bulky, too complex, too heavy and prone to data-damage. 3DSMAX is too unintuitive, too slow, too complex.

Dan sekarang mereka telah membeli Mudbox (3D sculpture tool) dan Softimage. Kira-kira apa target mereka? menjadi next Microsoft dan next Adobe di bidang 3D application?

Tak sampai 5 tahun lalu mereka beli Maya (Alias) dengan fasilitas NURBS dan point-based editing yang lebih baik dibanding 3DSMAX. Tentunya mereka ingin pasar Maya yang kuat di character modeling. Lha, kalau sekarang Mudbox di-caplok juga? Saya harap mereka tak meramaikan interface Mudbox dengan UI ala Autodesk. Apakah mereka akan deferensiasi? Jadinya 3DSMAX hanya untuk architectural, Maya+Mudbox hanya untuk character modeling dan Softimage? Bukannya itu setali tiga uang dengan 3DSMAX dan Maya? Apa nantinya mereka akan caplok induknya Softimage, Avid? Naudzuubillahimindzalik.

Saya tak percaya dengan keserakahan macam begini. Jadinya nanti tak pernah ada improvisasi dari masing-masing software. 3DSMAX tetap saja ‘dumb‘ untuk urusan lighting. Apa yang tersisa di peta 3D software kalau semua sudah dijajah begini? Lightwave? Modo? dan Blender!!

Advertisements

About this entry