Taken

Taken

Taken

Ada protagonis macam James Bond, Mr. Smith, Rambo, dan banyak yang lain yang kita (penonton) dibuat percaya oleh segala kemampuan  mereka dan terus terang saja akhirnya saya agak kecewa karena mereka semua akhirnya seolah garang di permukaan tapi tetap memiliki hati yang lemah gemulai. Mereka seolah tetap putih, tak ada dosa karena membela yang benar. Tapi tetap, karena semua kosmetik yang melekat pada mereka, bagi saya film-film mereka tetap sangat klise, dan akhirnya sangat membosankan. Satu hal yang selalu ada di film-film macam begini adalah sang jagoan terlalu banyak bicara. Satu klise yang lain.

Kemudian ada Payback dan Ransom, keduanya dibintangi oleh Mel Gibson. Keduanya tentang balas dendam atas sesuatu yang telah diambil. Kalau film tentang balas dendam, tentunya ada amarah, ada rage, dan itu tercermin dari segala emosi dan tindak-tanduk sang aktor. Kita tak usah mempertanyakan akting Mr. Gibson. Yang jelas diatas semua aktor yang pernah memerankan James Bond, apalagi Rambo. Kemudian ada Denzel Washington dalam Man on Fire. Salah satu film balas dendam terbaik yang pernah saya tonton. Karena apa? Tak banyak bicara dan kosmetik, langsung tepat sasaran dan memuaskan penonton.

Kali ini Liam Nesson dalam Taken. Film ini keren banget. Kalau kita bisa merasakan bagaimana amarah seorang ayah ketika anak perempuan kesayangannya diculik entah dimana dan akan dijadikan barang dagangan, maka apapun tindakan Mr. Nelson difilm ini amat memuaskan. Dan film ini tak menyajikan banyak basa-basi. Tak ada basa-basi malah. Bad guys really got what they deserve. Casting Mr. Nelson pun saya pikir sangat pas. Punya emosi, tapi bisa sangat dingin. Dan itu sangat bagus untuk film ini.

Sewaktu menonton Se7en, saya sama sekali tak puas dengan ending-nya. Namun di film ini saya beberapa kali ikut menyoraki sang protagonis karena tindakannya persis seperti yang saya bayangkan. Seperti halnya Nicholas Cage di 8mm, di film-film macam begini kita butuh punishment tanpa basa-basi. Kita butuh meilhat antagonis benar-benar membayar atas apa yang mereka lakukan, bukan sekedar memberantas mereka dengan dar-der-dor.

Advertisements

About this entry