Engineered to be enjoyed

Teman saya, orang Jepang menunjukkan ke saya bagaimana senangnya dia ketika tahu Google Streetview akhirnya sampai ke rumah kelahirannya di Hokaido. Dia tunjukkan ke saya foto rumah orang tuanya dari Google Streetview (sambil ada foto sang nyokap di depan rumah). Google Streetview adalah layanan tambahan GoogleMap yang untuk Jepang sudah hampir meng-cover seluruh kota besar dan metropolitan. Asyiknya di GS ini, kita bisa navigasikan peta sambil melihat citra seolah-olah tiga dimensi pandangan dari jalan raya dimana kita berada. Sedikit lagi, layanan ini mungkin saja bisa jadi the next web 3.0 (adakah?). Kita bisa navigasi lewat desktop, PDA, ponsel, PSP, GPS di mobil dan lainnya, imajinasikan sendiri. Fokusnya tidak lagi hanya arah dan tujuan semata namun konten lainnya sangat mungkin bisa masuk, mulai dari komersial ad, perencanaan dan pengelolaan kota , remote sensing hingga mitigasi.

Pemetaan mungkin (dan sudah kali ya) harus masuk ke ranah berbasis web ini. Karena web sudah menjadi platform, banyak sekali manfaat dan kesempatan (untuk generate fortune) di dalam peta berbasis web ini, dan Google sudah memulai dengan cerdiknya melalui Google Earth, GoogleMap, Google Streetview dan apalagi yang akan muncul selanjutnya.

Di dalam benak saya, saya membayangkan Jakarta, Bandung, Kuta dan Ubud harusnya sudah punya yang beginian. Tentunya bebarengan dengan ini, infrastruktur jaringan internet musti standard dulu, nggak byar-pet atau buka-tutup. Istilahnya mah, keren deh kalau kota saya punya peta digital yang ‘smart’ macam ini. Tak hanya berfungsi untuk cari tempat, bisa digabung dengan yellowpages dan layanan lain toh? Kalau dinas-dinas di daerah yang terkait bisa kerjasama dan tentunya ada dukungan dari renstra daerah dan anggaran, yang beginian mah buat kita-kita..piece of cake 🙂

Hmm.. saya jadi ingat tag iklan Peugeot beberapa tahun lalu itu..

Advertisements

About this entry