What was I writing?

Kita boleh salah tapi kita sama sekali tidak boleh berbohong.

Di dalam dunia akademik saya pikir pencapaian terbesar seseorang adalah ketika dia menemukan sesuatu yang berdampak luas dan positif bagi seluruh manusia (skala : umat manusia). Di dalam proses pencapaian tersebut bisa saja skala proritas berubah, skala signifikansi berubah, bahkan skala kompleksitas berubah. Apapun itu saya berpikir bahwa hakikat kita sebagai peneliti adalah mencari tahu dan kemudian memberi tahu kepada khalayak apa yang kita cari itu. Di dalam proses  pencapaian tersebut adalah penting kita menunjukkan diri kita sebenarnya, kapasitas kita sebenarnya. Karena apa? karena apa yang kita lakukan pertanggungjawabannya adalah kepada umat manusia. Sekecil apapun itu, sesalah apapun itu, kita harus tunjukkan itulah kita sebenarnya. Itulah mengapa namanya re-search.

Di dalam dunia akademik nilai kebenaran adalah mutlak namun tak ada kebenaran mutlak.

Dengan prosedur inilah peradaban umat manusia bisa seperti sekarang.

Peneliti dan objek yang diteliti adalah unconditional love. No forced, no lies, no bow. Semua apa adanya. Peneliti menerima objek penelitiannya apa adanya, tanpa ditambahi tanpa dikurangi. Justru harus apa adanya. Objek penelitian melihat peneliti juga apa adanya, menerima bahwa lingkup penelitian hanya sebatas yang appropriate. Peneliti bukan Superman yang sanggup memecahkan semua masalah. Dia harus buat asumsi-asumsi, batasan-batasan. Dia  hanya manusia biasa yang bisa juga salah atau bahkan benar mengambil kesimpulan. Objek penelitian menerima itu dengan tulus.

Tak ada yang saling menaruh high expectation satu sama lain, yang ada adalah ekspektasi bersama akan suatu hasil penelitian.

Yang ada hanya desire, compassion and love.

Sayangnya real-life tidak seperti ini.

Advertisements

About this entry