I was here on the final Euro 2008

Feel the crowd of Hooligans.
Sampai di Vienna Airport sekitar jam 4.50 sore waktu lokal, langsung saya cari tahu di mana bisa nonton final Euro 2008. Maunya sih nonton di stadion – mungkin nggak bisa masuk karena nggak ada tiket, tapi paling tidak di halaman stadion-lah. Dari Vienna airport ke hotel ganti kereta dua kali. Kereta pertama adalah kereta cepat dari airport ke Vienna Mitte (15 menit =9 Euro) – pusat kota. Dari situ naik U-Bahn (subway) U3 ke Westbahnhof (west railstation). Ternyata hotel tempat saya menginap letaknya cukup dekat dengan westbahnhof, tinggal jalan kaki. Eh, ternyata saya lupa bayar karcis alias main selonong saja.

Dari hotel saya dapat informasi kalau final Euro 2008 bisa ditonton di Fan Zone (semacam nonton bareng). Letaknya di Volktheater. Karena pertandingannya jam 8.50 sore, ya, saya buru-buru. Meskipun capek dan jetlag (ternyata penerbangan hampir 12 jam), bela-belain. Kapan lagi bisa ada kesempatan nonton Final Euro langsung dari Europe?. Dari hotel di Westbahnhof naik U3 kembali ke Volktheater. Kali ini saya niat baik, beli karcis yang harganya 1.70 Euro. Cuma 10 menit, sampailah di Volkstheater, tempat nonton bareng alias Fan Zone.

Wah ternyata jam 7.00 sudah rame banget. Tumplek-bleg, rata-rata fans Jerman dan banyak juga fans Spanyol. Hampir sama sih sama nonton bareng di lapangan gasibu, cuman bedanya yang ini lebih buessaaar dan lebih ruammee dan lebih gila-gilaan. Pada dandan heboh, apalagi perempuannya…hihi . Wah..nothing more to say...saya hanya bersyukur saya bisa merasakan gegap gempitanya pesta bola terbesar di Eropa tahun ini. Waktu Fernando Torres bikin gol pertama, saya agak yakin Spanyol bakal juara tahun ini…wah itu yang namanya fans pada bikin happening. Ada yang tabuh genderang, terompet bahkan yang perempuan pada nari flamenco di tengah jalan. Gila-gilaan. Bau bir dan sosis panggang di mana-mana.

So, setelah puas dan muak dengan bau bule, saya kembali ke hotel. Sudah jam 11 malam dan saya belum makan. Kayanya ada kebab Turki di dekat hotel. Makan kebab, tidur dan besok harus registrasi di TU-Vienna (in which I do not know where is it). So, pictures after the break.

First impression if Vienna? A lot of classic architecture (it is said that you can enjoy five different periods of architecture at once here), but public transportation? not as neat as in Tokyo. Lebih jorok, signage kurang banyak. People? I prefer Japanese. Bukan karena saya tinggal di sana, tapi orang Eropa sepertinya lebih kasar, tidak ramah, kurang sopan, tak peduli dan smelly..hehe .

Advertisements

About this entry