Apa menariknya sih, Vienna?

Oke, oke saya bukan hendak liburan. Although I often thought of it. Visa, tiket,voucher hotel,Euro,dan segala perlengkapan pribadi sudah beres (rasanya). Materi presentasi? well, rasanya sudah terkirim dan akan saya bawa beserta laptop (pinjaman). PSP? sudah tentu saya bawa, gimana mau menikmati penerbangan 9 jam tanpa musik dan friends dalam format .mp4? Gilanya, saya kok nggak merasa deg-degan? saya harus latihan presentasi. Hey, again, it’s not summer break, it’s academic conference. (huuuu…booriinggg).

Gilanya juga, tiba-tiba baterei kamera digital saya ngadat dan tidak bisa re-charge. It’s like one of those time when at the crucial time, everything suddenly mess up. Gila apa (sudah 3 kali ada “gila”) ke Vienna tapi nggak potret-potret. Tapi apa sih yang bisa dilihat di kota itu? Kayanya sama aja tuh kota-kota di Eropa dengan atmosfer pertengahannya,..ya..gitu deh. Mau Amsterdam, Berlin sampai Helsinki kayanya kok booring? (Hey what’s happen to me? Where’s all the spirit?) I told you, I am just little unwell. Ya, Vienna sih tempatnya Strauss, Porche, Bach, beberapa saintis pemenang Nobel..dan..PIALA EROPA. Mudahan saya masih bisa ngerasain dan kecipratan pesta setelah final Jerman-Spanyol. Maunya sih ngerasain beer dan hura-huranya..hehehe

Mungkin karena saya masih terbeban harus selesaikan laporan tesis akhir bulan depan dan presentasi master thesis setelahnya (M.Eng), lalu? ya harus buat proposal PhD.

Dan mungkin memang saya belum sepenuhnya bisa senang.

Advertisements

About this entry