New Kid on The Block

Ketika datang era internet kecepatan tinggi, saya berkhayal (dan ternyata khayalan saya sudah keduluan sama orang-orang di San Jose) bahwa suatu saat nanti tidak ada lagi PC. Just like our children, someday we must admit that they will leave us like an arrow. Desktop metaphor is vanished. Tahun 80-an IBM berkhayal bahwa ada masa dimana komputer akan dimiliki semua orang karena lebih kompak dan lebih mudah pengoperasiannya. Thanks to IC technology and..um…Microsoft. Mungkin umur PC hanya kurang lebih 30 tahun, karena teknologi melahirkan anak baru yang namanya internet. Ketika kecepatan internet sudah sedemikian tinggi sehingga transmisi data (apapun) dalam hitungan milidetik, maka apa yang terjadi?

1. Buat apa media simpan? floppy (haha, 51/4″), CD, LD, DVD, BD, HD,SSD walaupun seberapa besar kapasitasnya, tak akan mampu menampung hasrat manusia abad 22 untuk menyimpan informasi. Sebentar lagi era petabyte dan era high definition (furthermore, even higher definition- even better than our own lenses). Akan kemana semua hype ini? tidak mungkin lagi ada media simpan portable yang berdiri sendiri, dimiliki sendiri. Oke, harus adalah untuk data dan informasi pribadi. But’s its growing like a tidal wave. So, akan datang namanya cloud computing, dimana media simpan ada dan dikelola secara kolektif. Di mana? Internet. Ini mungkin semacam layanan co-location. Cikal bakalnya sudah banyak, macam rapidshare, flickr dan semacamnya. Gratis? I wish.

2. Desktop is dead, so platform is dying. Google document, Zoho, Photoshop express semua berbasis internet. Internet IS a platform. Memang masih ada beberapa kendala terutama mengenai keamanan dan sejenisnya. Tapi teknologi 2.0 ini membuat kita tidak lagi berurusan dengan illegal copies dan intalasi dan sebagainya. Thanks to AJAX.

3. Multimedia center on your living room. Ada masa dimana saya rental kaset video betamax, kemudian setelah dibawa pulang ternyata kasetnya rusak dan saya harus kembalikan lagi. It’s so over. Apple dan Netflix sudah jadi pelopor untuk deliver multimedia straight to your TV. Movies, music video, news, whatever ON demand. Streaming or download? whatever is your convenience.

4. Telephone line is dead. Jika sudah ada internet kecepatan tinggi, buat apa memisahkan jalur data dan suara? Skype membuat saya dapat menelpon dengan murah dari handheld mana saja yang punya koneksi internet, bahkan dari PSP saya. Android sebentar lagi akan merevolusi cara berkomunikasi lewat mobile phone. Mr. Bell, you would be very happy to witness this. Bahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, saya kira, mobile phone IS our computer.

So many things will change. Internet adalah gelombang ke-empat (atau kelima?)-nya Alvin Toffler. Itu baru internet, belum lagi anak-anaknya macam human-machine interaction, imaging technology, haptic and force feedback technology, virtual and augmented reality.

Dunia memang berputar dan terkadang putarannya cukup cepat sampai saya bingung.

Where am I? Apakah saya akan cukup menikmati kehidupan saya dan menikmati tontonan yang namanya inovasi teknologi?

Apa cukup saja dengan berkebun, berladang dan menanam buah labu? seperti Mr. Poirot?

Advertisements

About this entry