Maling-malingan dan Dr. Jones

Ada satu genre film yang nggak mungkin akan saya lewatkan, siapapun aktornya, siapapun sutradaranya. Itu adalah genre : maling-malingan (baik dengan geng atau sendirian). Dengan hype-nya Indy 4: Kingdom of Crystal Skull, saya nonton lagi Raiders of The Lost Ark. Salah satu film petualangan terbaik sejauh ini – dan yang membuat saya jadi betah untuk terus bersemangat menjadi ..uh..dosen. Siapa yang tak senang hidup di dunia Indy? Bekerja/berpetualang sebagai hobi dan mengajar sebagai profesi. Sudah gitu, digilai mahasiswinya lagi..hihihi.

Beberapa film dengan tema maling yang lain cukup menarik contohnya : Italian Job, Ocean’s Eleven, Entrapment, The Score, Thomas Crown Affairs dan masih banyak lagi.Yang asyik di film macam ini bagi saya adalah trik, strategi, petualangan, kejar-kejaran, intrik antar sesama anggota maling dan twist yang kadang kala ada. Dr.Jones -pun sebenarnya maling juga, kan? Meski barang yang dicuri diserahkan ke museum (dan Amerika).

Menonton Raiders seperti kembali ke awal tahun 80-an, ketika saya SD. Menontonnya bareng temen-temen lewat kaset video sewaan (Betamax). Masa itu, sehabis nonton, sepertinya ada semangat untuk main-main (“berpetualang”) ke pelosok-pelosok, naik sepeda, bawa ketapel..hihi. Dan sepertinya Archaeology itu menarik. Meski, pada masa itu belum tahu artinya apa. Dan juga, jadi orang pintar itu nggak harus nggak asik, orang yang pintar bisa juga asik, bisa lakuin hal-hal gila.

Saya belum pernah nemu dosen seperti Dr. Jones selama hidup saya.

Adegan paling fenomenal di Raiders yang selalu bikin saya tertawa lagi setiap kali saya dan teman-teman membicarakan Raiders adalah ketika Dr.Jones berada di sebuah pasar di Kairo, mencari Marion yang diculik, dan terpaksa bertemu dengan jagoan lokal yang memamerkan keahlian berpedangnya (you’re Indy’s fan? you must recall this scene). This is brilliant and (still) funny.

Advertisements

About this entry