Pursuit of Happiness

Apa yang membuat suasana hati jadi cerah, pikiran tenang. Terkadang happiness muncul untuk ruang-ruang tertentu dalam perasaan. Tidak untuk semua ruang. Seperti percikan-percikan kebahagiaan kecil-kecil yang membuat kita tenang, senyum, nyaman – ditengah – misalnya ruang-ruang hati yang lain yang kondisinya mengenaskan.

Ini contohnya :

– sewaktu selesai menyetrika seluruh pakaian yang habis dicuci. Rasanya bahagia melihat tumpukan pakaian yang rapi tersusun di lemari pakaian. Bahagia sudah selesai membuat dandanan saya jadi rapi. Saya suka rapi.
– sewaktu selesai membuat sup, tempe goreng dan sambal. Rasanya bahagia sekali membuat masakan sendiri, ditengah perut luar biasa lapar dan menyajikan orkestra nasi-tempe-sup-sambal-pisang-susu sembari menonton Seinfeld. Bahagia sudah membuat tubuh dan perut menjadi tenang. Tak ada yang mengalahkan makan masakan sendiri ditengah perut lapar.
– sewaktu tengah malam, membaca buku atau novel menarik, bersandar nyaman di sofa dan akhirnya tertidur. Bahagia karena tidak ada pikiran macam-macam yang membuat tidur tak tenang
– sewaktu akhirnya beasiswa itu datang juga di kala dilanda ketakutan apa makan besok. Itu bahagia.

Tuhan mungkin akan berikan percikan-percikan kecil di keseharian saya yang mau tak mau harus saya syukuri karena bisa saja percikan itu hilang cepat, esok atau kapan saja. Tak ada percikan yang terus-menerus ada. Di tengah apapun yang ‘terasa’ berat di hidup, pasti akan selalu ada percikan itu.

Ya Tuhan, berikan saya kemampuan untuk selalu bisa melihat percikan itu.

Advertisements

About this entry