Today is mine

Makna merenungi hari kelahiran tahun ini amat spesial buat saya. Sembari merenung (sesekali masuk ke pikiran bagaimana eksekusi class, variabel, function Javascript ke dalam proyek saya..hiiiii) apa yang selama ini Tuhan beri sinyal dan jalan ke saya, bagaimana saya mematuhi, mengambil jarak, mengacuhkan bahkan melanggar sinyal-sinyal tersebut. Memang, akhirnya kita semua harus percaya sama yang namanya kata hati. Selama 33 tahun ini, sudah dapat apa saya di dunia? apa yang saya bisa berikan ke dunia? apa capaian saya? capaikah saya dengan dunia? Selama 10 tahun belakangan, apa hikmah terbesar yang bisa saya dapat? Dalam 5 tahun belakangan, apa pengalaman yang bisa saya ambil?

Many time, pessimist is often win at the end of the journey because somehow it has a hunch, but optimist gives nice joyride.

Saya meyakini Tuhan sudah keringkan tinta untuk tuliskan nasib saya selama saya hidup (terimakasih La-Tahzan). Kemarin sudah habis, besok belum tentu. Dan sejauh ini, hanya sedikit ‘hunch‘ hati kecil saya yang saya langgar dan akhirnya membuat saya bertekuk lutut untuk memang harus selalu mengikuti dan menjalani apa saja yang sudah digariskan dengan sebaik-baiknya. Saya merasa diri saya bukanlah orang yang sangat istimewa atau bandit sehingga apapun ujian dari Tuhan pastinya membawa hal yang paling baik untuk saya. Especially the one that torn you a part.

Saya juga merasa bahwa bagaimanapun saya tetap harus bersyukur bahwa masih ada ‘jalan lain yang pastinya lebih baik’ untuk saya. Dan Tuhan telah berikan semua infrastruktur nya agar saya bisa -walaupun sakit-perih-meradang- dengan kepala tegak tetap jalan dan bergerak maju. Amin

Makna merenungi hari kelahiran kali ini adalah kembali ke titik nol. Well, tidak nol sama sekali..ada nol kecilnya (yang kriting dan cantik dan pintar)…Ada ruang di hati saya untuk buah hati saya yang pastinya seperti titik cahaya yang terang terus. Semoga titik nol ini akan menjadi titik start alternatif ke dimensi kehidupan yang lebih baik dari yang pernah saya rencanakan sebelumnya. No regret. Just one best shot at a time.

“I don’t need to be the king of the world as long as  I am the hero of this little girl” (Jani Lane)

Aswin in 33 years old, the world would never be the same again….

Advertisements

About this entry