Could it be…more augmented?

Masa depan virtual reality mungkin saja tinggal menghitung dekade. Sejak awal 90-an virtual reality memiliki segenap premis untuk menjadi media alternatif dalam hal simulasi. He, apa bedanya simulasi dengan animasi? Simulasi lebih cenderung untuk keperluan analisis dan ada interaksi antara komputer dan pengguna di dalamnya (Architecture and Computer, 1998), sedang animasi lebih condong ke eksplanasi dan presentasi. Tidak ada interaksi di dalamnya. Jadi ingat beberapa lab virtual reality bermunculan (MIT, Columbia, UCL) salah satu yang terkenal mungkin adalah CAVE (Cave Automatic Virtual Environment). Virtual reality adalah investasi besar untuk ambisi besar (pada lembaga penelitian dan universitas besar, tentunya….)

Di tahun 2001-an, saya dan Professor saya di FH-Erfurt pernah men-generate ide untuk membuat sebuah platform untuk Virtual Reality yang akan ditempatkan di sebuah museum. Namun ide dasarnya bukanlah menggunakan perangkat/ devices IT sebagai sarana interaksi dengan komputer, melainkan perangkat biasa. Misalnya, bisakah kita hanya menggunakan kertas dan pensil biasa untuk berinteraksi dengan komputer? Bisakah komputer mengenali tulisan tangan di atas kertas biasa, bukan pada touch pad? Well, waktu itu belum ada paten Apple untuk palm-gesture dan paten Microsoft untuk surface computing.

Saat ini sebuah perusahaan kecil (Enkin) tengah mengembangkan Augmented Reality untuk GPS dan Android-nya Google. Kalau biasanya di GPS kita hanya melihat peta 2D (paling banter seperti Earthmine), namun dengan AR, yang ditampilkan adalah bukan simulasi tapi realitas dengan penambahan berbagai informasi yang dibutuhkan. Sederhanya begini, saya pergi ke suatu tempat yang belum pernah saya datangi sebelumnya, kemudian, dengan bantuan AR device (kaca mata, misalnya), saya bisa akses segenap informasi yang saya lihat (gedung, jalan ) melalui layar kacamata saya. Hehe..loks like Ethan Hunt’s glass is not just another Oakley. Or, shuld I say..Terminator’s glass?
This is another leap on Hyper-reality. Kalau kita bisa menyajikan realita, buat apa dibuat virtual? Teknologi CCD dan CMOS akan terus berkembang sehingga sensor citra akan lebih baik, lebih cepat. Teknologi GPS, remote sensing dan GIS akan berkembang sehingga informasi bisa lebih cepat diakses di manapun di muka bumi. Teknologi layar akan semakin tipis dan semakin kinclong (0.3mm OLED? hmm nice..).Dan teknologi processor akan semakin kencang sehingga alat yang semakin pintar bisa semakin kecil dan semakin hemat energi. (12-cores..and still running..).

Semua memang akan indah pada waktunya.

Advertisements

About this entry