Ari dan Rumah Kanayakan

Hari ini saya makan siang dengan kawan lama, semasa setahun pertama kuliah di ITB dulu, 16 tahun yang lalu. Saya diundang ke gedung tempatnya bekerja di Izumi Tower – Roppongi, kawasan perkantoran di Tokyo. Kawan saya ini praktis sudah 16 tahun di Jepang semenjak studi S1 dan kemudian dilanjutkan ke S2. Wah,  ternyata yang berubah hanya dimensi fisik saja, hehe, lebih ‘kurusan’ sekarang.
Sebagai perantau yang saya pikir cukup sukses, Ari-teman saya ini, masih ada sama-sama-nya lah sama jadul (jaman dulu) tea. Dulu rumah dia di Kanayakan ,Bandung sempat jadi basecamp waktu kami semua menjalani ospek. Malah sepeda motor yang saya pinjem dari teman, menginap di rumah itu beberapa hari karena kita semua dibawa ke gunung.
Banyak sekali kenangan di rumah itu. Wah, teman-teman saya pada tahu semua ‘rahasia saya‘ di rumah itu…hihihi. Rumah itu kecil, tapi nyaman sekali (setidaknya bagi saya-kami dulu berempat sampai berlima). Secara resmi saya masuk sebagai pihak yang menggantikan teman yang keluar. Kami berempat ngontrak di situ. Karena rumah itu dekat dengan kampus, banyak ‘peralatan band’, ‘film dan aneka hiburan’, internet, maka jadilah rumah itu sarana nongkrong kami-kami para mahasiswa. Saya juga merasa ‘haneuteun‘ kalau banyak teman-teman pada datang, ngerjain tugas bareng (eh.. pernah tidak sih?), nonton bareng, numpang nginternet untuk chatting, atau hanya sekedar…
|”ngopi gambar dong..” (maklumlah belum ada 3gp, mp4 atau flv)
Banyak juga kisah-kasih, pilu-senang, ketawa-sedih di rumah itu, sampai yang berbau kriminal segala.
What a great time guys.
Sekarang kami-kami sudah punya jalan sendiri, punya peran sendiri. Ada yang punya perusahaan desain grafis dan multimedia, ada yang baru saja dapat pekerjaan baru di sebuah perusahaan teknologi informasi, ada yang jauh di luar negeri dan menikah dengan orang bule, ada yang sudah jadi bos di perusahaannya sendiri, ada yang masih terus saja sekolah, seperti saya.
Ketemu Ari, mengingatkan saya akan semua itu. Saya beruntung punya pengalaman sebagaimana
‘layaknya kehidupan seorang mahasiswa’ dengan segala keanehan dan keajaibannya.
Senang bisa punya memori yang akan terus bisa diingat seperti itu. Rasanya kalau memori itu bisa diputar
seperti memutar film, saya pasti ketawa-ketawa sekaligus terharu.
Yang jelas, saya berharap semua teman-teman saya dulu bisa sukses dengan jalannya sendiri-sendiri.

Buat Ari, terimakasih sudah punya rumah yang merupakan  memorable place khususnya buat saya…..(please, guys, don’t start ) 🙂

Advertisements

About this entry