Kinesic

cold moon
Denzel Washington pernah memerankan tokoh ini. Lyncoln Rhyme. Seorang detektif , eh bukan, analis forensik terkemuka di departemen polisi New York. Filmnya The Bone Collector. Washington salah seorang aktor favorit saya bermain cukup baik di sini (setidaknya dibanding Angelina Jolie sebagai Amelia Sach). Ilmuwan yang cacat tulang belakang, dan keluruhan analisis deduksinya dilakukan di atas perangkat canggih dan hanya berbasis temuan barang bukti, atau forensik.
Atas referensi itu, saya beberapa waktu lalu membeli buku yang lumayan baru (2006) dari pengarang yang sama, Jeffery Deaver. Judulnya Cold Moon. Saya tertarik diantara beberapa opsi lain waktu itu, tapi karena masih bosan dengan tema-tema misteri-konspirasi-religi (Dan Brown-ian) dan masih belum ‘terlalu mengerti’ bahasanya Stephen King, dan mumet kalau baca Tom Clancy, maka untuk mengisi waktu luang saya ambil deh Cold Moon.
Setelah membaca habis, saya langsung ingat ‘The ABC Murder‘-nya Agatha Christie (1936), namun dengan plot yang jauh lebih ribet dan berbelit-belit. Jalinan cerita dibuat sedemikian rupa hingga kesimpulan atau terkaan-terkaan pembaca runtuh satu demi satu. Awalnya saya pikir ini akan seperti cerita misteri pembunuhan ala Agatha Christie, James Peterson atau Michael Connelly.Tapi ternyata, bahkan tema awalnya-pun jauh dari perkiraan semula.
Yang menarik, dalam novel ini sebenarnya lakonnya bukanlah Lyncoln Rhyme, tapi Kathryn Dance,seorang ahli kinesic. Apa itu? Saya juga baru tahu, apakah ini hanya terkaan fiksi semata? Yang jelas katanya kinesic itu lawan dari forensik, yakni analisis deduksi bukan berdasarkan bukti-bukti fisik, tetapi berdasarkan analisis kejiwaan dan perilaku. Seorang kinesic lebih tahu seseorang berbohong atau tidak hanya dari gesture dan tatapan mata, dan seorang kinesic lebih bisa menggali informasi lebih dalam dari seseorang hanya dengan bercakap-cakap. Wah ini asik juga, semacam pschyatric tapi khusus pada departemen homicide.
Semacam behavioral science unit tempat Clarice Starling di Silence of the Lambs.
Karena kinesic juga, akhirnya sang plot-maker berhasil dikenali (
tapi berhasil kabur… deui). Cara ngenalinnya juga asik, seperti mengupas satu demi satu kulit bawang, karena sang pelaku (perperator) ternyata..ahli membuat jam!
Meskipun saya akui akhir kisahnya tidak seperti yang saya harapkan (kabur sih), tapi saya tidak habis-habis membuka halaman demi halaman (630 halaman), maklum lah…seru sih


Advertisements

About this entry