TED dan Promosi Orang Hebat

Saya ketemu TED (www.ted.com) secara tidak sengaja, beberapa bulan yang lalu sewaktu gogling tentang arsitektur dan lingkungan, -ups- lebih jauh lagi, tentang planet ini. Sekarang, TED menjadi salah satu tempat mangkal saya selain worldchanging, ecogeek untuk urusan arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture).
TED sangat menarik. Kita seperti ngikutin kuliahnya orang-orang yang punya visi terhadap bidangnya masing-masing. Memang ini misinya, ideas worth spreading. Websitenya juga bagus, simpel tapi berkarakter. Pertanda desainernya dibayar cukup baik dan maunya klien sama dengan maunya desainer, hehehe.
Para tokoh yang bicara di sini memang terseleksi dan termasuk orang-orang yang punya pengaruh terhadap lingkungannya masing-masing, serta – yang tak kalah pentingnya adalah- orang-orang asik (you know what I mean, don’t you?). Lihat saja sendiri deh, mulai dari Al Gore dengan cerita kocaknya waktu dinominasikan menang Nobel 2007, Richard Dawkins -seorang atheis/biolog, yang mempertanyakan eksistensi ‘Tuhan’, Thom Mayne (Morphosis) -seorang arsitek dan penerima Pritzker Prize kalau nggak salah tahun 2005 (?), Will Wright sang pencipta The Sims dengan mainan terbarunya : Spore, Negroponte, Google’s Sergei Brynn, Amazon’s Jeff Bezos, dan yang tergolong anyar adalah J.J Abrams! sang maestro dibalik Alias, Lost, MI:3, Cloverfield.
Di TED saya melihat tidak ada lagi dikotomi antara teknologi, desain, budaya, seni dan entertainment. Presentasi tentang hydro-fuel, mathemagic, DNA, statistik tidak harus seram dan penuh rumus. Begitu pula menjelaskan desain grafis, arsitektur, multimedia ternyata tidak melulu sedap dipandang mata.
We have our own social responsibility within our field.
Kapan ya, kita punya konferensi lintas disiplin dan ‘tidak terlalu berbahasa akademik’ seperti ini? yang semua orang bisa paham dan kasih apresiasi, yang presenternya asik-asik. Kita tidak kekurangan orang-orang hebat skala kita sendiri : pejuang HAM, mikrohidro, suster di pedalaman, pemenang olimpiade sains, pencipta energi alternatif. Kita pun tidak kekurangan orang-orang kreatif, pemikir tulen, pejuang sejati, cuma media dan sarana promosi publiknya belum banyak dan – kadangkala kita sendiri terjebak oleh lingkup yang kita buat sendiri : akademik atau populer, serius atau santai, geek atau no brainer.
Harus lebih banyak lagi sarana untuk promosi-in orang-orang hebat. Jadi apapun pemikirannya, visinya bisa bikin dampak yang lebih luas ketimbang hanya dalam skala kampus, atau sinetron.
Saya jadi ingat di sekolah saya sudah ada semacam production house yang memproduksi multimedia bagi seminar atau kuliah umum dari pembicara hebat.
Kapan dibuat website semacam TED hingga kita bisa akses ya?

Advertisements

About this entry