Zoho dan Information Organizer

Koneksi internet adalah kebutuhan pokok pelajar. Bahkan mungkin telah mengambil alih posisi perpustakaan sebagai incumbent dalam penyediaan pengetahuan. Ya, perpustakaan tidak buka 24 jam, tidak menawarkan peer discussion, tidak multimedia dan web 2.0, ..serta oh ya..tidak RSS. Saya bukannya mau mendikotomi keberadaan perpustakaan dan internet tapi lebih melihat azas manfaatnya. Justru yang paling bagus adalah fasilitas penyedia pengetahuan sekelas perpustakaan dengan koneksi internet kualitas tinggi. Satu-satunya kelemahan teknologi internet bagi saya adalah saya masih membaca pada layar LCD yang kurang nyaman hehe. (tapi.. tunggu Amazon, Google, Apple, atau Microsoft dalam 5-10 tahun lagi).
Bagi pelajar dan yang sedang mencari-cari masalah (researching), internet adalah lalu lintas super sibuk yang dipenuhi berbagai kendaraan yang mengangkut berbagai produk. Ada yang bekas, ada yang daily fresh, ada yang pakai angkutan biasa, ada yang pakai mass rapid transit dengan banyak gerbong, ada yang pakai kernet dan teriak-teriak, ada yang home delivery. Bengong di pinggir jalan karena bingung akan pilih mau stop kendaraan yang mana adalah hal yang wajar dan terjadi di setiap orang..well at least on me and everyone I know. Terlalu banyak informasi, terlalu beragamnya tipe informasi kadang membuat saya menjadi hilang orientasi. Belum lagi ditambah selalu ter-updatenya (apa Indonesianya?) informasi. Push you to be always sharp.
Bagi saya, ini mengasyikkan justru. (bukannya ini intinya belajar? menyerap sebanyak-banyaknya ilmu?..please deh, cut the c**p). Bagaimana kalau inginnya buat patung Athena yang jadi malah putri duyung?.
Ok. Ditengah kebingungan dan jadinya malah keheningan ditengah hiruk pikuk lalu lintas informasi, saya bertanya-tanya, ada tidak ya, mekanisme yang membantu saya mengorganisasi isi kepala dan apa yang saya cari di internet. Konsep di kepala-cari di internet-ketemu banyak-lalu apa? jadi apa konsep saya tadi? bisa diformulasikan jadi sesuatu yang baru-kah? atau malah kebingungan dan terombang-ambing sana-sini? Atau saya hanya ambil gampangnya saja : cari di Google- first link URL.?
Seperti ketika studi literatur, baca sana-sini, cuplik (istilah sononya cite-) sana-sini, kombinasikan dengan isi kepala, lalu – execute. Apa istilahnya? mind mapping? fish-bone mapping? tree mapping?.
Proses divergen ini yang penting buat saya dan saya yakin ini juga menjadi tantangan buat setiap pelajar dan mahasiswa.( always mention challenge
instead of problem
..:). Tentu saja sekarang saya sedang dalam proses divergenisasi berbagai hal yang saya pelajari. Satu hal lagi, divergen ini pula berarti mengajak saya berpikir lateral. Bukan multi-tasking yang katanya membuat kinerja kepala jadi turun. So, I am promoting an IT-based learning here.
Adanya Web 2.0 membuat lalu lintas internet semakin semarak dan juga semakin haus bandwidth.Tube-based, podcasting-based, RSS-based, Blog-based, Wiki-based membuat informasi semakin menarik, semarak dan menyenangkan (belum lagi kalau bicara hiburan). Batas antara online dan offline lambat-laun akan semakin pudar dengan inisiasi desktop dan office online (Google, Microsoft, Adobe sebentar lagi). Web 2.0 juga mengetengahkan information organizer ternyata. Ini yang saya tunggu. Pada awalnya Google membuat Google Notebook yang berguna untuk terutama para pelajar mengorganisasi temuan dari internet. Tapi buat saya, Google Notebook kurang terdesain, canggih tapi ribet. Tidak kelas Apple lah. (kata Sergei Byrnn juga, kita menciptakan fitur- bukan produk). Awalnya saya pakai, tapi saya masih berjuang dengan keribetannya. Gmail-sih favorit. Beberapa produk serupa ada di add-on-nya Firefox, tapi terbatas untuk Firefox (2.x) yang kurang baik dalam manajemen memori (apa istilahnya? memory leak?).
Lalu saya ketemu Zoho, yang ternyata sejauh ini sangat nyaman. Nyaman dalam arti, saya tidak perlu install apapun, desainnya menarik, simpel dan baik serta gratis. Layanan Zoho mulai dari office online, organizer, wiki, teleconference dan lain-lain. Ini seperti Google tapi dalam lingkup untuk kerja (dan research!). Sejauh ini saya pakai notebook untuk organisasi informasi apapun yang saya temukan di web. Hebatnya, dia bisa kumpulkan, text, file, suara, movie, URL, HTML, RSS dalam satu halaman – serta bisa kolaborasi dan sharing. Ini yang saya butuhkan. Ini dia layanan yang memanfaatkan kelebihan Web 2.0.! Kalau sudah begini, apa istilahnya? bukan hypertext lagi, tapi hyper-information markup language.
Zoho Notebook
memungkinkan kita mencuplik bagian dari isi website (nyaris dalam bentuk apapun), melengkapinya dengan konsep tulisan kita sendiri, memberi komentar, label dan nyaris semua aktifitas sebagai layaknya logbook atau scrapbook. Dan pula, kita bisa menyunting dokumen di Writer, membuat tabel di Sheet dan akhirnya membuat presentasi di Show. Coba, riset di internet ternyata bisa dalam juga, tidak hanya sebatas search and snapshot.
Metode seperti membuat mental para pelajar seperti saya akan terus terfokus dan terjaga. Setidaknya secara online, rekaman isi kepala saya bisa saya singkronisasikan dengan temuan di internet.
Dan, oh ya, adanya Google History juga memberitahu saya atas apa kecenderungan saya di internet.
Jadi kalau saya hilang orientasi, saya bisa lihat kembali, Am I on the right track?

Advertisements

About this entry