Shawshank Redemption

  shawshank
Ya. Yang pasti ini film lama (1994, katanya) dan saya baru download lewat Veoh buat teman menghabiskan malam tahun baru…(katanya Veoh akan menghadapi tuntutan berbagai studio film karena aktivitas download berbagai film secara penuh. Waduh, saya berharap mudah-mudahan tidak jadi. Kasihanilah kami. hehe). Saya belum pernah ketemu situs download film yang sebaik Veoh.
Pertama karena kualitas film rata-rata bagus (gambar dan suara), kedua ada download manager yang super cepat dan efektif (belum pernah ada situs selain Veoh yang bisa beri downlink hingga 600kbits/s, setidaknya dari lab saya).
Wah kok malah bicara Veoh? Saya mau beri apresiasi buat Tim Robbins, Morgan Freeman, Stephen King dan Frank Darabont yang sudah buat film sebagus ini. Jalinan cerita, pen-tokoh-an, dialog dan pesan yang disampaikan sangat terelaborasi dari menit awal hingga akhir film.
Pesan film ini cuma satu : “Hope is a good thing. And good thing never dies” , kata Reed (Freeman) di akhir film.
Film ini berkisah tentang bagaimana seorang bankir menjalani hampir 20 tahun hidupnya di penjara Shawshank karena tuduhan membunuh istrinya. Kita tidak tahu apakah Andy (Robbins) memang bersalah atau tidak. Perlahan-lahan, film yang sekitar 90% settingnya adalah penjara ini (jadi ingat Green Mile) menggambarkan sosok Andy yang semula terlihat sebagai tokoh yang rapuh, introvert, misterius, polos hingga jadi bulan-bulanan gang homoseksual, menjadi pribadi yang punya eksistensi karena keahliannya dalam perpajakan dan pengetahuan yang luas. Akhirnya Andy bisa punya perpustakaan, punya koneksi di dalam penjara. Namun tetap kita tidak pernah tahu sampai akhir film apa yang ada di dalam benak Andy hingga dia tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga dia dipenjara.
Sebagaimana pesan film di atas, film ini mengetengahkan persistence yang tervisualisasi pada upaya Andy selama 20 tahun untuk merencanakan kebebasan terhadap dirinya dan sekaligus merencanakan sebuah sweet revenge pada institusi dan pihak-pihak yang selama ini menghancurkan hidupnya. Kesabaran dan persistence (Apa Indonesianya?) selalu berbuah manis sekali.
Lalu, dimana redemptionnya?
Bagi saya, ada beberapa adegan di film ini yang sangat menyentuh. Diantaranya ketika Andy berusaha untuk mengubah kondisi penjara yang angker dan ganas menjadi sebuah lembaga yang memperlakukan narapidana sebagai manusia dengan musik dan buku.(dia menyurati pemerintah untuk memasok buku-buku baru ke Shawshank, baru terealisir 15 tahun). Teman Andy, seorang napi senior yang baru lepas setelah 50 tahun, akhirnya bunuh diri di sebuah hotel. Bagi dia, lepas dari penjara berarti terpenjara di kehidupan nyata karena tidak ada keluarga, tidak ada sahabat. Kekuatan harapan pula yang mempertemukan dua sahabat yakni Andy dan Reed setelah sama-sama keluar dari penjara dan bertemu di pinggir samudra Pasifik.

Saya merinding menyaksikan akhir film ini yang begitu menyentuh dan apik. Tidak ada salah casting di sini. Pantas saja mendapat tujuh nominasi oscar dan hanya kalah oleh Forrest Gump. Tanpa efek komputer gila-gilaan, tanpa set yang kolosal, film dengan hanya kekuatan cerita dan casting yang bagus, hasilnya pasti bagus hehe.

Fear can hold you prisoner, hope can set you free barangkali tervisualisasi pada saat Andy menengadah di bawah hujan sesaat setelah merangkak keluar Shawshank….41/2 bintang skala 5

Advertisements

About this entry