Ikan

Ketika saya belanja ikan untuk dimasak malam ini, saya terhenyak. Jepang, yang luasnya mungkin hanya satu pulau Sumatra, begitu majunya industri per-ikanannya. Di semua department store terdapat banyak sekali jenis ikan dan berbagai makanan hasil laut yang baru saya kenal. Dulu saya diberi tahu kalau orang Jepang konon pintar-pintar karena banyak makan ikan. Harusnya orang kita yang lebih pintar-pintar karena laut kita lebih luas dibanding Jepang!. Saya orang awam dibidang perlautan atau perikanan, tapi selalu berputar-putar di kepala saya bagaimana sih agar kita bisa sangat maju di bidang yang sumber dayanya melimpah sangat ruah.
Hayalan saya
Pertama-tama berdayakan para nelayan
(yang konon hingga sekarang merupakan salah satu lapisan masyarakat yang paling miskin di Indonesia…sedih sekali) dengan cara :
1. Kebijakan yang amat melindungi nelayan lokal dan menumbuhkan pasar komoditi yang amat kompetitif di negeri sendiri. Lindungi perairan ZEEI dari nelayan asing yang dengan asyiknya menghabisi kekayaan ikan kita. Melindungi berarti dengan semangat nasionalisme dan militansi. Tidak luntur dengan sogokan ribuan dollar atau konsesi lainnya.Yang ada dibenak hanya satu : kekayaan Indonesia!
Tumbuhkan pasar komoditi dengan menghapus tengkulakisme atau setidaknya menjamin bahwa ikan-ikan segar hasil jerih payah nelayan dibeli dengan harga layak. Pemerintah punya semacam koperasi (dengan semangat perusahaan multinasional) yang membeli ikan-ikan dan diproduksi menjadi produk orientasi ekspor. Memberdayakan nelayan dilakukan dengan poin selanjutnya :
2. Menumbuhkan komunitas-komunitas nelayan, sehingga mereka punya wadah untuk sosialisasi, edukasi dan punya asosiasi lokal.
Melalui ini pemerintah menaungi mereka dengan memberikan kredit super ringan untuk alat-alat produksi, menjamin kehidupan dengan asuransi
dan melakukan inovasi-inovasi mengenai gathering dan producing dengan poin selanjutnya :
3. Mendidik nelayan dengan mendirikan pusat-pusat penyuluhan di sentra-sentra nelayan mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku. Sejalan dengan itu, mendirikan pusat penelitian mengenai perikanan di universitas-universitas terkemuka di Indonesia. Beri insentif tinggi untuk hasil penelitian yang langsung dipakai dengan skala regional atau nasional. Fokus penelitian ke : budidaya perikanan melalui bio-engineering, oceanography, naval machinery.
Hingga suatu saat nanti tidak ada nelayan yang tidak bisa melaut karena tidak bisa beli solar, produksi ikan menurun karena air laut pasang dan sebagainya. Nelayan Indonesia suatu saat punya kapal-kapal lintas pulau yang punya radar keberadaan ikan-ikan, punya komoditi ikan hibrida yang laris di pasaran Jepang, Amerika dan Eropa. Indonesia punya industri pengolahan ikan berbasis masyarakat tapi berskala Internasional.
Jadi tidak cuma sampai batagor atau siomay aja.

Advertisements

About this entry