1 Jam Bersama Leopard

Hari ini saya diberi kesempatan meng-upgrade Macpro saya dengan Leopard, menggantikan Tiger yang sebenarnya baru sekitar satu bulan saya pakai. Saya sudah lebih dulu baca komentar dan pengalaman-pengalaman seputar instalasi atau upgrade Leopard.Yang jelas, sudah tidak sabar ingin menjajal seperti apa sih yang katanya saingan beratnya Vista ini?.
Karena ini adalah upgrade, maka sebagai persiapan saya mem-backup semua data. Jaga-jaga saja siapa tahu hasil akhir tidak seindah yang dibayangkan.Oh ya, minimum konfigurasi seperti yang tertulis di booklet Mac adalah minimum RAM 512, Intel/IBM processor dan 6GB Harddisk.
Begitu DVD installer dimasukkan, sekitar 5 menit Mac akan melakukan verifikasi DVD dan langsung lambang “X” akan muncul di layar. Setelah beberapa konfirmasi (3 kali ‘klik’), Tiger akan restart dan proses instalasi akan berjalan. Tidak banyak urusan atau perintah konfirmasi ini-itu. Yang lama adalah proses instalasi ini. Benar kata orang bule, proses ini berjalan sekitar 40 menit.

Setelah selesai, Leopard atau…Running Leopard at The First Time akan muncul dengan desktop dan dock yang baru. Theme sedikit bernuansa shiny , seperti nuansa pada web site Apple. Dasar dock akan memantulkan apapun yang ada di atasnya. Ada dua tambahan folder pada dock yakni : document  dan download yang akan menampilkan efek rolling arch seperti yang kita lihat pada iklan Leopard sebelumnya. Ini akan mempercepat akses ke file tertentu pada kedua folder tersebut. Dengan syarat, isi folder itu tidak bisa banyak. Kalau isi folder document atau download kebanyakan, ia tak akan menampilkan efek rolling arch lagi, tapi langsung menampilkan file secara tiling.

Time Machine  otomatis ada di dock, dan apabila kita akan melakukan back-up, siapkan harddisk eksternal, yang nantinya akan diformat oleh Tiger. Saya sendiri belum coba fasilitas ini, tapi tampaknya penting dan krusial.

Yang paling menarik ada di Finder . Pada sidebar sekarang ada tambahan history, network  yang amat memudahkan kita untuk akses ke file manapun yang ada di dalam komputer. Belum lagi spotlight yang langsung melakukan indexing sehingga nantinya fasilitas search akan lebih cepat dan akurat.
Oh ya, spotlight juga berfungsi sebagai kalkulator. Diantara yang baru lainnya adalah view type dengan tambahan ala i-tunes. Sangat menawan. Kita bisa preview hampir semua dokumen dengan resolusi tinggi. Bahkan, apabila kita punya file MS Word dengan beberapa halaman, kita bisa preview ke spesifik halaman tertentu tanpa harus membuka program.
Menariknya Mac adalah ada kalanya kita jadi ingin mempercantik sebuah rutinitas berkomputer. Mengelola file dan folder menjadi sesuatu yang dinikmati dengan menambahkan warna dan action folder. Mengelola foto, musik dan film dengan i-photo, i-tunes dan frontrow sangat nyaman dan mudah.

Satu hal yang ingin saya lakukan adalah saya ingin memberi tag berupa poster pada koleksi film atau klip saya, jadi akan tampak menarik bila ditampilkan di FrontRow atau i-Tunes.
Bagaimana caranya? saya belum tahu. Suatu saat saya rasa bisa.

Advertisements

About this entry