Mengelola Blog Pribadi

Kadang saya berpikir bahwa blog mungkin hanya cocok bagi orang yang dulunya gemar menulis diary. Hehe, ya. Saya punya beberapa alamat blog tapi belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Maksudnya, kontennya kadang di-update, kadang tidak. Kalau sedang ingin menulis, ya, tulis saja. Mengalir saja. Tapi kalau tidak ingin, ya, blognya nganggur.

Menurut saya, ada beberapa syarat kalau kita ingin mengelola blog kita sendiri secara tertib dan baik :

1. Suka menulis dan suka membaca.

Kalangan akademisi mungkin banyak yang punya blog, karena umumnya mereka suka membaca dan suka menulis. Arsitek? sukanya mendesain dan menggambar. Mungkin ada juga yang suka menulis, tapi belum tentu suka blog. Terkadang kalau kita suka membaca, ada kalanya kita punya gagasan atau ide yang sangat ingin untuk dituliskan. Terkadang kita ingin menuliskan ide atau gagasan itu sebelum gagasan itu hilang atau lupa. Jadi kalau punya blog kita punya rekaman untuk semua gagasan yang pernah mampir ke kepala kita.

2. Koneksi internet 24 jam.

Entah buat orang lain, tetapi kalau saya punya koneksi internet 24 jam, saya bisa punya waktu (dan atmosfir) yang lebih baik untuk menulis di blog. Koneksi di sekolah atau lab atau tempat kerja memang memadai dan selalu ada waktu senggang untuk mengelola blog. Tetapi, macam saya yang kurang bisa tidur kalau malam, ada kalanya waktu-waktu antara pukul 1.00-2.00 pagi adalah waktu yang pas buat nulis. Bisa saja (dan sering saya lakukan) menulis di-wordpad lalu di-upload ketika ada koneksi internet, tapi tetap saja kehilangan ‘atmosfir’nya.

3. Suasana hati

Ada orang yang bisa selalu meng-update blog setiap hari (majalah Wired edisi Agustus juga menyarankan itu kalau ingin blog anda ramai). Tapi saya buka tipe seperti itu. Kadang kalau hati saya senang dan bersemangat, saya bisa menuliskan apa-apa yang ada di kepala saya dengan lancar, tentu saja tulisan di blog. Bukan tulisan ilmiah. Tapi kalau hati saya sedang risau karena apapun, saya malas untuk menulis, walaupun katanya menulis bisa meringankan suasana hati.

4. Untuk apa ?

Jadi buat apa sebenarnya nulis di blog? itu adalah motivasi dasar yang menjadi dorongan untuk terus meng-update blog. Saya punya blog karena saya ingin mendokumentasikan pemikiran-pemikiran saya yang tak terbatas hanya masalah riset dan akademis, tapi juga saya punya kebebasan buat menulis secara santai dan SMG (Se Mau Gue) tentang apa pun yang menarik perhatian saya. Hehe.

Advertisements

About this entry