Tokyo Game Show 2007

Prelude
Impian saya sejak dulu akhirnya terwujud juga. Pertama kalinya saya bisa menyaksikan langsung TGS2007 di Makuhari Messe, Chiba.Walaupun puasa dan Jepang lagi panas banget, saya bela-belain berangkat dari Higashi Omiya jam 10.00. Sampai di stasiun Tokyo dan ganti kereta jurusan Keio Line, ternyata banyak anak-anak muda dan berbagai bangsa pula pada berkerumun di sepanjang platform. Saya pikir mereka pasti akan ke TGS juga, sama seperti saya. Sama antusiasnya dengan saya.
Ternyata lumayan jauh juga dari Tokyo ke Kaihimmakuhari, tempat stasiun terakhir sebelum jalan kaki ke Makuhari Hall.
Jam 11.30 sampai dan hampir semua penumpang kereta itu ternyata akan ke TGS 2007!.
Hati saya deg-degan, sebagai penikmat game, ini rasanya seperti jumpa fans antara penggemar Elvis dengan Sang Elvis itu sendiri. Di kepala saya sudah beredar : Final Fantasy ke sekian, PS3, Wii, dan sederet game-game baru lainnya dan juga saya tidak sabar melihat sejauh mana teknologi game yang sudah berkembang di Jepang saat ini.Wow!!
TGS merupakan ajang terbesar bagi para gamer, developer game dan komunitas lain di Jepang khususnya, walaupun sebenarnya ini juga merupakan barometer game dunia. Hampir sebagian besar industri game baik hardware mapun software ada di Jepang. Ada Bandai, Square-Enix, Capcom, Konami, Sony dan nama-nama tenar lainnya.Tak heran banyak sekali pers dari luar jepang juga.
Anak-anak muda, laki-perempuan, yang tua juga ada, semua antusias sekali !.
Tak heran, di Jepang industri gamenya berkembang pesat. Apresiasi masyarakatnya ruarrrr biasa.
Makuhari Messe mungkin seperti Hall Kemayoran di Jakarta. Di sini memang kawasan internasional untuk penyelenggaraan berbagai expo, konferensi dan pagelaran serupa.
TGS sendiri mengambil lokasi di semua hall (1-2-3, 4-5-6 dan, 7-8-9), khusus tiga hall terakhir adalah untuk sekolah, akademi digital arts dan perwakilan dari developer game luar Jepang.
Yang lebih menenangkan adalah pada umumnya kita diperbolehkan memotret di sini. Kecuali pada booth-booth tertentu di mana game masih belum release, kita dilarang memotret.
Begitu masuk, saya disodorkan pemandangan yang menakjubkan. Ramai sekali.
Ada balon-balon vendor game, balon Chocobo-nya Square Enix, orang-orang berkostum ala Ninja Gaiden, Dante-nya Devil May Cry, wah..orang-orang Jepang memang Gila.
Berbeda dengan expo-expo di tanah air, yang namanya expo di sini bukanlah ajang jualan produk.
TGS adalah ajang pamer. Hence the name Game Show. Semua game yang dipamerkan di sini rata-rata belumdi– release resmi. Begitu pula teknologi baru pendukungnya, rata-rata baru dikembangkan atau prototype. Itu yang membuat saya senang. Saya senang melihat inovasi.
Oke. Saya akan berkeliling dulu. Yang membuat saya tertarik pertama adalah booth Konami : Metal Gear Solid 4 : Guns of Patriot, Time Hollow dan Silent Hill : Zero.


Getting Wet

Ramai sekali di booth Konami. Sebagai veteran MG, saya tentu tertarik sekali dengan rencana peluncuran MGS4 tahun ini (sayangnya untuk PS3), kelihatannya sih lebih seru, dan kok banyak perang terbuka ? Bukannya konsep MGS adalah tactical espionage? Hehe. Graphic sih jauh lebih bagus, karena mesin PS3 juga mendukung hal tersebut. Sepertinya efeknya lebih banyak dan warnanya lebih vivid. Saya harus antri satu jam untuk bisa main selama kurang lebih 15 menit. No pain, no gain.
Sayangnya konferensinya dalam bahasa Nihon jadi nggak ngerti, ya, saya pindah saja. Padahal yang beri penjelasan adalah Hideo Kojima himself, the man behind Solid Snake character. Di boothnya Konami saya juga coba game PSP terbarunya : Silent Hill : Zero. Keren, karena ternyata kualitas graphic-nya PSP lebih bagus dari yang saya duga sebelumnya.
Booth Playstation-3 gede banget. Di sini dipamerkan hampir semua game yang akan rilis akhir tahun ini untuk PS3 (dalam Blue-ray disk). Ada Gran Turismo 5, FIFA 2008, Heavenly Sword dan lain-lain. Setiap game boleh dicoba. Tapi ya itu, antre dulu mas.
PS3 akan bersaing dengan XBOX 360 dalam hal jumlah game yang dirilis. Kalau dari kualitas gambar, saya pikir kok PS3 masih lebih baik. Ada realtime level of detail, realtime depth of field dan tekstur serta cahayanya lebih realistis. Jauh dibanding PS2. Itu kalau ditunjang dengan TV yang mendukung HDMI (High Definition Multimedia Interface).
Tiba di Booth yang paling bercahaya warna hijau, apalagi kalau bukan boothnya Microsoft XBOX360. Game yang paling dijagokan ada beberapa. Ada Halo-3, Winning Eleven 8, Ace Combat 6, Devil May Cry 4, The Last Remnant (MMORPG). Saya tertarik dengan Halo3, kebetulan di panggung lagi ada uji tanding network game via Xbox live!. Halo-3 adalah generasi kesekian dari DOOM. Salah satu FPS game yang keren.
Semua booth memberikan booklet yang mungkin berisi penjelasan mengenai game-game yang akan keluar dan lain-lain. Sayangnya tidak ada yang berbahasa Inggris. Man, you have to improve this issue next year. At least, Bi-langual. Come on, this is an internationally-acclaimed expo.
Ok. Yang menarik adalah Wii. Konsol barunya Nintendo ini rupanya diam-diam banyak diminati oleh orang Jepang. Buktinya, walaupun tidak ada booth Nintendo, tapi banyak sekali developer game yang rilis untuk konsol Wii.Gamenya pun beragam, dari mulai main golf, sampai perang-pun ada. Tidak heran orang yang habis main tenis di konsol Wii, berpeluh-peluh seperti habis main tenis beneran.
Tak kalah menariknya adalah SPG-SPGnya. Wah ternyata SPGnya fasih juga bermain game, tidak hanya pandai nyodorkan brosur saja lho. Hmm, kalau pakaiannya…mungkin kalau itu dipakai di Indonesia, sudah dikeroyok F*I kali ya. Dan mereka dengan ramah melayani setiap pengunjung yang minta ijin ingin memotret mereka. Aturannya itu, boleh motret SPG, tapi minta ijin dulu!.

Advertisements

About this entry